BERITA

Detail Berita

Rombongan Studi Tiru Kepsek SMAN Se-Kota Parepare Disuguhkan 7 Kebiasaan Emas di SMAN 5 Pinrang

Kamis, 20 Oktober 2022 04:23 WIB
175 |   -

Kepala sekolah se-kota Parepare berkunjung  ke Sekolah Penggerak SMAN 5 Pinrang (19/10) dalam rangka studi tiru Implementasi Kurikulum Merdeka dan Sekolah Penggerak. Rombongan  yang didampingi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Disdik Prov. Sulawesi Selatan tiba sekitar pukul 13.00 dan disambut oleh siswa,  guru beserta staf TU dan selanjutnya  diarahkan ke Perpustakaan SMAN 5 Pinrang sebagai ruang pertemuan.

Pertemuan dimulai dengan pembukaan oleh Wakasek Humas, Ibu Rahma, S.S.  selaku moderator dan mengucapkan selamat datang kepada rombongan di SMAN 5 Pinrang, selanjutnya sambutan oleh kepala UPT SMAN 5 Pinrang, Muhammad Dahlan, S.Pd M.Pd  dan sekaligus  menyampaikan beberapa praktik baik yang  diberi nama 7 kebiasaan emas di SMAN 5 Pinrang. Sambutan dimulai dengan membacakan puisi “Bakka Lolona Sawitto” yang menjadi dasar filosofi dalam penyusunan visi misi SMAN 5 Pinrang yakni berdiri diatas keberanian dan kejujuran  dalam menjalankan tugas pendidikan, yang  menurut  Kepala Sekolah Penggerak Angkatan I ini sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara.

7 kebiasaan emas SMAN 5 Pinrang selaras dengan visi sekolah yaitu “Mewujudkan Pofil Pelajar Pancasila melalui Merdeka Belajar dan Peduli Lingkungan”. 7 Kebiasan Emas SMAN 5 Pinrang diantaranya Budaya menjemput siswa yaitu setiap pagi saat memasuki halaman sekolah siswa bersalaman dengan guru yang bertugas piket. Hal Ini merupakan cerminan dari profil Pelajar Pancasila pada elemen pertama yakni Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Parkiran motor sejenis, setiap motor yang sejenis diparkir pada tempat yang sama sehingga terlihat indah, ini merupakan cerminan Profil Pelajar Pancasila dimensi kedua berkebhinekaan global. Pembagian Sektor kebersihan, siswa tidak hanya bertanggungjawab membersihkan ruang kelas mereka tetapi diberikan tanggungjawab sektor yang harus bersih setiap hari. Ini merupakan cerminan Profil Pelajar Pancasila dimensi mandiri dan gotong royong. Selanjutnya Kegiatan hari Jumat (yasinan, literasi Al qur’an, Jum’at berkah, Jum’at berbagi, dan shalat jumat dimana Imam dan khatib dari siswa yang sudah dilatih) kegiatan ini menanamkan profil beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mengajarkan kebiasaan bersedekah kepada peserta didik dan menjadi motivasi bagi peserta didik untuk berbagi, Kebiasaan selanjutnya yaitu Komunitas Praktis “MAKKAJA” sebagai komunitas guru untuk berbagi dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ditemukan dalam tugas sehari-hari, Melaksanakan Apel pagi sekaligus siswa menjadi pembina apel, kegiatan ini menanamkan semangat kemandirian dan tanggung jawab dan yang terakhir Pembagian kerja “The Right man on the Right place” agar kegiatan bisa berjalan dengan baik dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap guru untuk menunjukkan performa dan tanggung jawabnya masing-masing walaupun mereka masih muda.

Lebih lanjut Kepala Sekolah yang mendapat penghargaan juara 3 lomba kebersihan sekolah ini menjelaskan bahwa semua kegiatan yang ada di SMAN 5 Pinrang dijalankan dengan semangat kebersamaan sehingga kendala-kendala yang dihadapi selama menjadi sekolah penggerak dapat teratasi, dan seluruh warga sekolah tetap berusaha mewujudkan visi-misi sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya masing-masing.

Sambutan juga disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, S.Pd M.Pd  dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kebiasaan-kebiasaan baik yang dilaksanakan di SMAN 5 Pinrang tentunya ada yang bisa dijadikan acuan bagi sekolah-sekolah yang ada di Parepare untuk dituangkan dalam penyusunan program di sekolah masing-masing. Setelah sambutan tersebut, kepala sekolah meminta untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai komunitas MAKKAJA dan pembagian sektor kebersihan. Jufri S.Pd dan Wahida, S.Pd selaku penggerak komunitas menyampaikan filosofi “MAKKAJA” yang terinspirasi oleh kebudayaan lokal kecamatan Patampanua dengan ikon “Bendung Benteng” yang memiliki budaya makkaja/mencari ikan beramai-ramai pada saat air sungai surut karena pintu bendungan ditutup, filosofi kebersamaan dan mencari berkah dituangkan dalam komunitas “Massiddi, Mappikkiri, dan Majjama” yang terjemahan dalam bahasa Indonesia “Bersatu, Berpikir, dan Bekerja” semangat Makkaja menjadi motivasi guru-guru di SMAN 5 Pinrang untuk berbagi saling membantu dan bekerja sama, antara lain pelatihan pemanfaatan IT dalam pembelajaran dan penyusunan perangkat pembelajaran, pelatihan Literasi, saling berbagi praktik baik yang dilakukan di kelas, membantu teman-teman dalam mengerjakan pelatihan mandiri di Platform Merdeka Mengajar.

Pembagian sektor dijelaskan oleh Wakasek bagian kesiswaan Bapak Anwar, S.Pd bahwa masing-masing kelas diberikan tanggung jawab untuk membersihkan sektor yang telah dibagikan kepada masing-masing kelas, dan ini menjadi pembiasaan yang sangat baik bagi peserta didik karena mereka terlatih bertanggung jawab terhadap sektornya dan sangat membantu dalam mewujudkan sekolah bersih dan sehat, Anwar juga menjelaskan mengenai parkir motor sejenis yang melibatkan organisasi ekstra yaitu PKS dan Pramuka, pelaksanaan sektor kebersihan dan parkir dapat terlaksana dengan baik karena adanya partisipasi dan kerjasama dari peserta didik. Dalam penjelasannya Anwar juga menyampaikan kegiatan ektra kurikuler yang ada di sekolah berjalan dengan baik dan mampu mengantarkan peserta didik SMAN 5 Pinrang meraih prestasi salah satu diantaranya dalam festival pelajar tingkat SMA se-Sulawesi Selatan salah satu peserta didik SMAN 5 Pinrang menjadi Fotografer terbaik dengan meraih gelar juara pertama.

Pada pertemuan tersebut ketua MKKS SMA Kota Parepare juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas sambutan warga SMAN 5 Pinrang, dan juga menyampaikan bahwa ada beberapa praktik baik yang telah dipaparkan menjadi hal baru bagi mereka dan akan mencoba untuk diterapkan di sekolah masing-masing.  pertemuan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari bagian kurikulum dan pengajaran, Muhammad Akhzan Waris, S.Pd menyampaikan penyusunan kurikulum yang baru setelah sekolah mengikuti program sekolah penggerak, kemudian bagaimana proses pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik yang dimulai dengan asesmen, dan pembelajaran berdefrensiasi serta proyek penguatan profil pelajar pancasila.

Pertemuan ditutup menjelang waktu salat ashar oleh moderator dan peserta kemudian meninggalkan ruang pertemuan dan berlanjut dengan berbincang santai dan tanya jawab mengenai program-program yang telah dilaksanakan di SMAN 5 Pinrang. Rombongan kemudian meninggalkan SMAN 5 Pinrang menuju lokasi kunjungan berikutnya yaitu SMKN 2 Pinrang.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini